Senin, 12 Maret 2012

makalah tentang keputihan (KESPRO)


BAB I
PENDAHULUAN

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini dengan judul “Keputihan Pada Wanita Usia Subur”.
            Makalah ini disusun untuk melengkapi tugas dan memenuhi salah satu syarat dalam mengikuti ujian semester ganjil di Fakultas Keperawatan Program D IV Bidan Pendidik. Sebagaimana kami menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari isi maupun pembahasan. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna menyempurnakan tugas proposal ini.
            Pada kesempatan ini perkenankan kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.


                                                                                                    Medan,       Oktober 2011
                                                                                                                  Penulis



                                                                                                (                                               ) 


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………….i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………..ii
BAB I. PENDAHULUAN…….…………………………………………………………….1
1.1  Latar Belakang………………………………………………………………………...1
1.2  Tujuan Pembelajaran…………………………………………………………………2
BAB II. PEMBAHASAN
2.1 Defenisi Keputihan……………………………………………………………………3
2.3 Gejala dan Tanda……………………………………………………………………..4
2.4 Penyebeb Keputihan…………………………………………………………….......4
2.5 Pencegahan dan Penanganannya………………………………………………….7

BAB III. TINJAUAN KASUS
3.1 Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ibu Dengan Keputihan…………………10

BAB IV. PENUTUP
3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………..21
3.2 Saran………………………………………………………………………………....21

DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN

1.1.        LATAR BELAKANG
Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi serta fungsi-fungsinya dan  prosesnya (Widyastuti, 2009).
Kesehatan reproduksi pada wanita tidak terlepas pada kesehatan organ intimnya. Tentu kita perlu sadari bahwa menjaga kesehatan reproduksi sangat penting. Salah satu hal yang dapat kita lakukan adalah menjaga kebersihan atau higienitas, terutama pada daerah sekitar vagina. Dalam vagina terdapat mikroorganisme (flora normal) yang bila tidak di jaga dapat terganggu keseimbangan. Bila hal ini terjadi maka akan timbul gangguan dan keluhan pada daerah tersebut, salah satu gejala adanya gangguan adalah melalui timbulnya keputihan.
Keputihan merupakan istilah lazim digunakan oleh masyarakat untuk menyebut penyakit kandidiasis vaginal yang terjadi pada daerah kewanitaan. Penyakit keputihan merupakan masalah kesehatan yang spesifik pada wanita. Sebanyak 505 pelajar putri di sekolah menengah dan perguruan tinggi pernah mengalami keputihan ketika berusia kurang dari 25 tahun.
Keputihan bisa dikategorikan normal yaitu berkaitan dengan siklus menstruasi, yang terjadi menjelang ataupun setelah menstruasi atau bisa juga keluar saat kita sedangmengalami stress atau kelelahan.
Tetapi ada juga jenis keputihan akibat suatu gangguan seperti infeksi parasit, bakteri, jamur atau virus pada vagina. Biasanya keputihan jenis ini bisa bervariasi dalam warna, berbau, dan disertai keluhan seperti gatal, nyeri atau terbakar di sekitar vagina.

1.2.        TUJUAN PEMBELAJARAN
Untuk mengetahui secara umum tentang kesehatan reproduksi pada daerah organ intim wanita, sehingga dapat mengetahui tindakan atau pencehan apa yang sebaiknya dilakukan untuk menjaganya dari berbagi infeksi penyakit seperti leukorea (keputihan).








BAB II
PEMBAHASAN

2.1. DEFENISI KEPUTIHAN
Keputihan merupakan sekresi vaginal abnormal pada wanita. Keputihan yang disebabkan infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar. Jika di biarkan dan tidak ditangani sedini mungkin infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil (Nenk,2009).
Keputihan dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu keputihan yang normal dan keputihan yang abnormal. Keputihan normal dapat terjadi pada masa menjelang dan sesudah menstruasi, pada sekitar fase sekresi antara hari ke 10-16 menstruasi dan juga melalui rangsangan seksual. sedangkan keputihan abnormal dapat terjadi pada semua infeksi alat kelamin (infeksi bibir kemaluan, liang senggama, mulut rahim, dan jaringan penyangga juga penyakit karena hubungan kelamin) (Manuaba,2009).




2.2. GEJALA DAN TANDA KEPUTIHAN
Pada keputihan normal gejala dan tandanya sebagian besar berkaitan dengan siklus menstruasi. Biasanya berupa cairan lengket berwarna putih kekuningan atau putih kelabu dari saluran vagina. Cairan ini dapat encer ataupun kental dan biasanya pada keputihan yang normal tidak disertai gatal serta akan menghilang dengan sendirinya.
Sedangkan pada keputihan abnormal gejala dan tandanya biasanya bisa bervariasi dalam warna, berbau dan disertai keluhan seperti gatal, nyeri atau rasa terbakar disekitar vagina. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan pada saluran kencing (Sallika,2010).
Keputihan juga dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau yang daya tahan tubuhnya lemah. Sebagian besar cairan tersebut berasal dari leher rahim, walaupun ada yang berasal dari vagina yang terinfeksi atau alat kelamin luar (Nenk,2009).

2.3. PENYEBAB KEPUTIHAN
Gangguan yang dapat menimbulkan masalah yaitu:
Ø  Candidosis
adalah penyebab paling umum pada gatal-gatal pada vagina. Jamur menyerang sel pada saluran vagina dan sel-sel kulit vulva. Pada beberapa wanita, jamur masuk ke lapisan sel yang lebih dalam dan beristirahat di sana sampai diaktifkan kembali karena satu alasan. Sel-sel yang terinfeksi yidak terlalu parah gugur ke dalam vagina sehingga menyebabkan keputihan. Candida masuk ke vagina dari infeksi jamur pada jalur khusus tetapi mungkin menyebar oleh hubungan seks kelamin. Candida tumbuh lebih cepat jika lingkungan mengandung glukosa dan lebih umum terjadi dalam kehamilan atau pada wanita penderita diabetes. Namun tidak tertutup kemungkinan dapat terjadi pada wanita lain (Llewellyn,2005).

Ø  Trichomoniasis
Cairannya banyak, kental, berbuih seperti sabun, bau, gatal, vulva kemerahan, nyeri bila ditekan atau perih saat buang air kecil (Nenk,2009).
                        Infeksi vagina terjadi ketika organisme hidup sangat kecil (disebut trichomonad) masuk ke dalam vagina, biasanya setelah hubungan kelamin dengan pria yang terinfeksi. Trichomonas menginfeksi sekitar 1 dalam 10 wanita. Organism ini seukuran dengan sel darah putih dan mempunyai “bulu getar” serta sebuah ekoryang sangat kuat. Pada kebanyakan wanita jamur ini hidup dalam saluran vagina yang seperti beledu dan tidak mennimbbulkan gejala. Pada kebanyakan pria hidupnya dalam saluran kencing di penis. Tetapi pada beberapa wanita karena sejumlahalasan yang tidak diketahui, ini menyebabkan gatal-gatal di vagina dan vulva yang cukup parah (Llewellyn,2005).


Ø  Bacterial Vaginosis
Infeksi oleh Gardnerella yang berinteraksi dengan baksil anaerobic yang biasanya terdapat di vagina. Keputihan itu encer, mempunyai bau amis yang tajam, dan berwarna abu-abu kotor. Ini disebut “amine vaginosis” karena amine diproduksi dan menghasilkan bau amis.

Ø  Virus HPV (Human Papiloma Virus) dan Herpes Simpleks
Sering ditandai dengan kondiloma akumminato atau tumbuh seperti jengger ayam, cairan berbau tanpa disertai rasa gatal.(Llewellyn,2005).

Biasanya keputihan dapat terjadi pada:
Ø  Wanita usia subur
Ø  Wanita yang sedang hamil
Ø  Wanita dengan berat badan yang berlebih
Ø  Wanita yang terkena penyakitkencing manis
Ø  Wanita yang mengidap penyakit kelainan kelamin
Ø  Para pengguna obat KB dan obat-obatan tertentu
Ø  Sering berbusana dengan busana sangat ketat
Ø  Sering memakai atau menggunakan obat pembilas vagina (kimia) (Nenk,2009).

2.4. PENCEGAHAN DAN PENANGANANNYA
Keputihan dapat dicegah dengan:
Ø  Selalu cuci daerah keperempuanan dengan air bersih setelah buang air, jangan hanya menyekanya dengan tisu.
Ø  Jaga daerah keperempuanan tetap kering
Ø  Hindari betukar celana dalam dengan teman atau saudara
Ø  Potonglah secara berkala bulu disekitar kemaluan (Sallika,2010).
Ø  Dalam kasus keputihan, pencegahan bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti menggunakan alat pelindung (kondom), pemakaian obat atau cara profilaksis (pemakaian obat antibiotika disertai dengan pengobatan terhadap jasad renik penyebab penyakit), dan melakukan pemeriksaan dini (Nenk,2009).



Penanganan yang dapat dilakukan adalah:
Ø  Melakukan pemeriksaan dengan alat tertentu untuk mendapatkan gambaran alat kelamin yang lebih baik, seperti melakukan pemeriksaan kolposkopi yang berupa alat optik untuk memperbesar gambaran leher rahim, liang senggama dan bibir kemaluan.
Ø  Merencanakan pengobatan setelah melihat kelainan yang ditemukan.
Ø  Beberapa cara dapat dilakukan, yaitu sebagai penawar saja, obat pemusnah atau pemungkas, dan melakukan penghancuran lokal pada kutil leher rahim, liang senggama, bibir kemaluan, atau melakukan pembedahan.
Ø  Obat-obat penawar misalnya Betadine vaginal kit, Intima, Dettol, yang sekadar membersihkan cairan keputihan dari liang senggama, tapi tidak membunuh kuman penyebabnya. Selain itu dapat dilakukan penyinaran dengan radioaktif atau penyuntikan sitostatika. Sedangkan obat pemusnah misalnya vaksinasi, tetrasiklin, penisilin, thiamfenikol, doksisiklin, eritromisin,flukonazole,metronidazole,nystatin dsb.Karena itu, lebih baik mencegah ketimbang mengobati (Nenk,2009).

Seringkali wanita merasa mampu mengenali sendiri bahwa sedang menderita keputihan tanpa merasa perlu memeriksakan diri ke dokter untuk memperoleh pemeriksaan secara lebih detail, namun langsung diobati sendiri dengan obat – obat keputihan yang dijual bebas. Pada kasus ini, tindakan tersebut cukup berisiko, karena apabila kurang tepat dalam pengenalan penyakitnya dapat menyebabkan kurang tepat pula obat yang dipilih, sehingga selain efektivitas terapi tidak tercapai juga akan berisiko pada munculnya resistensi sehingga jamur semakin kebal dengan obat.
















BAB III
TINJAUAN KASUS

3.1 MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU
 DENGAN KEPUTIHAN
1. PENGUMPULAN DATA
A. Identitas
Nama ibu       : Ny. R                                   Nama Ayah     : Tn. A
Umur               : 40 tahun                             Umur                 : 44tahun
Suku bangsa            : Jawa / Indonesia               Suku bangsa    : Jawa / Indonesia
Agama           : Islam                                    Agama             : Islam
Pendidikan   : SMA                                    Pendidikan      : SMA
Pekerjaan      : IRT                                       Pekerjaan        : Supir
Alamat Rumah : Jl. SM.Raja Binja            Alamat Rumah : Jl.SM.Raja Binjai

B.   Anamnesa (Data Subjektif)
Pada tanggal            : 1-10-2011                Pukul : 20.00 WIB                Oleh   :  Bidan
1.    Alasan kunjungan saat ini       : Pertama
2.    Keluhan                                     : Keluar cairan berwarna putih kekuningan dan   gatal-gatal disekitar daerah vagina
3.    Riwayat Menstruasi       :
Haid Pertama                        : 13 tahun
Siklus                                     : 28 hari
Banyaknya                            : 2 x ganti doek/hari
Dismenorhea                                    : Tidak ada
Teratur / tidak teratur           : Teratur
Lamanya                               : + 7 hari
Sifat darah                            : Encer
Warna darah                         : Merah


  • Obat-obatan yang dikonsumsi                  : Tidak ada
  • Kekhawatiran Khusus                                : Rasa cemas terhadap rasa gatal dan keluarnya cairan melalui vagina
  • Pola Eliminasi
BAK                                        : Frekuensi :  + 8 x sehari, Warna: kuning jernih
Keluhan sewaktu BAK       : Tidak ada
BAB                                        : Frekuensi : 1 x sehari,       Konsistensi : padat
Keluhan sewaktu BAB       : Tidak ada
  • Pola istirahat            
            Siang                                                 : 2 jam
            Malam                                                : 6 jam
  • Seksualitas                                       : 1x seminggu
  •  Kontrasepsi yang digunakan       : Ada, kondom
4. Riwayat penyakit yang pernah di derita
  • Penyakit DM             : Tidak ada
  • Penyakit Jantung    : Tidak ada
  • Penyakit Hipertensi : Tidak ada
  • Penyakit Liver           : Tidak ada
  • Penyakit Rubella     : Tidak ada
  • Penyakit TBC           : Tidak ada
  • Penyakit Epilepsi     : Tidak ada
  • Penyakit PHS           : Tidak ada
  • Penyakit Ginjal         : Tidak ada
5. Riwayat penyakit keluarga
  • Penyakit Jantung    : Tidak ada
  • Penyakit Ginjal         : Tidak ada
  • Penyakit DM             : Tidak ada
  • Gemelli                      : Tidak ada
  • Lain-lain                    : Tidak ada

 6. Riwayat alat kontrasepsi
Alat kontrasepsi yang dipakai: Kondom
 7. Riwayat sosial ekonomi
  • Status perkawinan  : Sah
  • Kawin umur              : 20 tahun
  • Suami umur              : 24 tahun
  • Lama perkawinan    : 20 tahun
§  Pola makan dan minum
o   Makan                                                      : 3x sehari
o   Jenis makanan yang dimakan: Pagi  : nasi + telur + sayur + susu
       Siang      : nasi + ikan + sayur + buah-buah
       Malam     : nasi + ikan + sayur + susu
o   Minum                                                      : + 8 gelas / hari
o   Perubahan makan yang dialami        : Tidak ada
§  Kebiasaan merokok                                    : Tidak ada
Minuman keras                                            : Tidak ada
Mengkonsumsi obat-obatan terlarang     : Tidak ada
§  Kegiatan sehari-hari                                   : Pekerjaan IRT
§  Tempat dan petugas kesehatan yang diinginkan untuk membantu persalinan : Di klinik oleh bidan



C. Pemeriksaan Fisik
1. Status emosional                                     : Stabil
2. Pemeriksaan umum                     BB     : 61 kg
                                                              TB     : 151 cm

3. Tanda vital                                    : TD     : 110/80 mmHg
                                                              Pols  : 96 x/i
                                                              RR    : 24x/i
                                                              Suhu            : 36,50c
4.  Kepala      : Kulit kepala                         : Bersih
                        : Distribusi rambut                : Merata
5. Wajah        : Oedem                                 : Tidak ada
                        : Cloasma Gravidarum        : Tidak ada
                        : Pucat                                    : Tidak ada
6. Mata           : Conjunctiva                                    : Merah jambu
                        : Sklera                                   : Tidak ikterus
                        : Oedem palpebra                : Tidak ada
7. Hidung      : Polip                                     : Tidak ada
                        : Pengeluaran                      : Tidak ada
8. Mulut          : Lidah                                    : Bersih
                        : Stomatitis                             : Tidak ada
                        : Gigi                                       : Tidak ada caries
                        : Berlobang                           : Ya
                        : Epulis pada gusi                : Tidak ada
                        : Tonsil                                   : Tidak meradang
                        : Pharinx                                : Tidak meradang
9. Telinga      : Serumen                             : Tidak ada
                        : Pengeluaran                      : Tidak ada
10. Leher       : Luka operasi                       : Tidak ada
                        : Kelenjar tiroid                     : Tidak ada
                        : Kelenjar limfe                     : Tidak ada
11. Dada        : Mammae                              : Tidak simetris
                        : Areola mammae                 : Tidak Hiperpigmentasi
                        : Puting susu                                    : Menonjol
                        : Benjolan                                                      : Tidak ada
                        : Pengeluaran dari putting susu               : Tidak ada
12. Aksila       : Pembesaran kelenjar getah bening       : Tidak ada
13. Abdomen            : Pembesaran                                               : Tidak ada
                        : Linea                                                            : Tidak ada
                        : Strie                                                              : Tidak ada
                        : Bekas luka operasi                                    : Tidak ada
                        : Pergerakan janin                                       : Tidak ada
                        : Bentuk                                                         : Tidak ada pembesaran

Pemeriksaan khusus kebidanan
14. Genetalia ( Vulva+ Vagina )    :
§  Vulva Pengeluaran       : Ada, Cairan berwarna putih- kekuningan
§  Kemerahan                     : Ada,sedikit akibat iritasi karena daerah vagina sering lembab
§   Perineum                       : Bekas luka  : Tidak ada
§  Varises                             : Tidak ada

D. Pemeriksaan Penunjang
Tes Pap Smear                                 : Dijumpai adanya parasit Candida albican pada sediaan secret ibu
Pemeriksaan speculum                  :Dijumpai adanya cairan yang berwarna putih kekuningan yang menutupi portio






II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA, MASALAH DAN KEBUTUHAN
·         Diagnosis Kebidanan      : Ibu PUS dengan keputihan.
Data dasar                             :
- Pada pemeriksaan speculum tampak adanya    cairan berwarna putih-kekuningan yang menutupin portio
- Pada pemeriksaan mikroskopis dijumpain adanya parasit candida albican pada sampel sekret ibu
·                                                                                                                    Masalah                        :     - Ibu mengalami gatal-gatal disekitar vagina dan      keluar cairan berwarna putih kekuningan dari vagina ibu        
·         Kebutuhan                         :    - Mengatasi keluhan yang dialami oleh ibu
-   Memberikan penkes tentang personal hygiene
·         Diagnosis Potensial                     :      Ibu mengalami keputihan
·         Masalah Potensial                        :       Kanker leher rahim
·         Kebutuhan tindakan Segera Berdasarkan Kondisi Klien : Kolaborasi dengan dokter obgyn dalam pemberian terapi.


III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
  • Kanker leher rahim

IV. KEBUTUHAN AKAN TINDAKAN SEGERA
  • Kolaborasi dengan dokter obgyn

V. PERENCANAAN
Tanggal : 1-10-2011                                          Pukul : 20.00 WIB
1. Informasikan hasil pemeriksaan kepada ibu
2. Berikan penkes tentang :
-        Masalah yang dialami ibu
-        Personal hygiene
  1. Minta ibu untuk menjelaskan kembali informasi yang telah disampaikan
  2. Lakukan kolaborasi dengan dokter obgyn

VI. PELAKSANAAN
Tanggal : 1-10-2011                                          Pukul :20.10  WIB
1.  Menginformasikan hasil pemeriksaan kepada ibu, yaitu,  TD : 110/80 mmHg, Pols : 96 x/i, RR : 24 x/i, Suhu : 36,50c, BB : 61 kg.
2.  Memberikan pendidikan kesehatan tentang :          
-        Masalah yang dialami ibu
-       Menjelaskan kepada ibu bahwa  ia sedang mengalami keputihan.
Kemerahan yang terjadi disekitar daerah vagina ibu merupakan iritasi akibat dari sering lembabnya vagina ibu.
-        Personal Hygiene
§        Mengganti pakaian dalam minimal 2 x sehari
§  Memakai pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun
§  Tidak memakai celana jeans yang dapat meningkatkan intensitas jamur di sekitar vagina ibu
§  Mandi 2x sehari pagi dan sore
§  Mengganti pakaian setelah mandi dan celana dalam setiap kali basah
3.     Meminta ibu menjelaskan kembali informasi yang telah disampaikan
4.     Melakukan kolaborasi dengan dokter obgyn.

VII. EVALUASI
Tanggal : 1-10-2011                                          Pukul : 20.10.00 WIB
1.   Hasil pemeriksaan sudah disampaikan kepada ibu
2.   Pendidikan kesehatan telah diberikan
3. Ibu dapat menjelaskan kembali informasi yang telah disampaikan bidan dengan baik
4. Ibu setuju dilakukan kolaborasi dengan dokter obgyn untuk terapi lanjutan terhadap keputihan yang dialami ibu.



















BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1  Kesimpulan
Setelah mengerti rumitnya kerja dan peran system reproduksi kita, tentu perlu disadari bahwa menjaga kesehatan reproduksi sangat penting. Salah satu hal yang dapat kita lakukan adalah menjaga kebersihan atau higienitas, terutama pada daerag sekitar vagina. Dalam vagina terdapat mikroorganisme (flora normal) yang bila tidak dijaga dapat terganggu keseimbangannya. Bila hal ini terjadi maka bisa timbul gangguan dan keluhan pada daerah tersebut. Salah satu gejala adanya gangguan adalah melalui timbulnya keputihan (Sallika,2010).

4.2  Saran
Pada wanita disarankan untuk tidak menganggap remeh atau biasa adanya pengeluaran cairan “leukorea (keputihan)” sehingga dianjurkan untuk pemeriksaan khusus atau rutin sehingga dapat menetapkan secara dini penyebab leukorea (keputihan). Dan diharapkan agar kita semua agar lebih menjaga kebersihan diri terutama pada bagian Genital (alat kelamin), karena hal itu dapat mencegah timbulnya bakteri, jamur atau virus pada bagian genital yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti Leukorea (keputihan) (Manuaba,2009).



DAFTAR PUSTAKA

Dian.P, 2005. Setiap Wanita, Cetakan ke-11, Copyright@by Derek Llewellyn-Jones.
Nenk. 2009. Lentera Biru.
Manuaba, dkk. 2009. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita, EGC, Jakarta
Sallika,NS. 2010. Serba-serbi Kesehatan Perempuan. Cetakan ke-2, Bukune. 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar